![]()
"Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri", kata Adi Sasono
Seharusnya saya harus selalu bisa melakukan apa yang bung hatta lakukan, Meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Prioritas utama adalah mendahulukan kepentingan orang lain, membantu sesama dan orang-orang disekitar. Selagi saya bisa, saya harus jadi manfaat untuk orang-orang sekitar. Gak harus sih, tapi sebisa mungkin ya bantu dulu kepentingan orang lain.
Simple nya, Kalau saya seorang programmer, sebelum saya asik kerja dan mendengarkan lagu dengar earphone. Harus siap dan ikhlas bantuin temen kalau ada kesusahan. Error misalkan, entah itu dengan cara bantu googling atau bantu doa lah minimal.. haa..
Contoh lain, Kalau saya seorang deeplying playmaker, Servis lah sebanyak mungkin rekan-rekan setim. Beri umpan-umpan yang memanjakan. Syukur-syukur itu adalah sebuah assist yang bisa menciptakan gol. Dahulukan kepentingan tim dengan bertugas sesuai porsi nya. Tidak melulu menunjukan skill, berusaha individu untuk mencetak gol, Berdiving, memprotres wasit. Lupakan kepentingan sendiri untuk kepentingan bersama/orang lain.
Itu cerita saya. Bung hatta ?
Pada tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.
Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.
Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.
Jadi inget. pantas saja iwan fals menciptakan lirik dan musik yang begitu syahdu (ini sih bang haji roma) untuk pahlawan satu ini :
cekidot :




0 comments:
Post a Comment